Grand Theft Auto : San Andreas adalah contoh bagaimana game berani bermimpi besar dan berhasil mewujudkannya. Ceritanya mungkin tidak rapi atau cinematic jika dilihat dengan standar modern, tetapi justru di situlah kekuatannya. Kisah CJ yang kembali ke Los Santos bukan sekadar tentang kriminalitas, melainkan tentang keluarga, pengkhianatan, dan pencarian identitas. Alurnya panjang, kadang melebar kemana-mana, namun tetap terasa personal karena pemain benar-benar “hidup” bersama CJ selama perjalanan itu.
Dari sisi gameplay, San Andreas terasa seperti playground tanpa batas. Rockstar memberi kebebasan yang hampir berlebihan. Pemain bisa menyelesaikan misi, berkelahi, balapan, latihan gym, bahkan sekadar keliling kota tanpa tujuan yang jelas. Tidak semua mekanik ini dieksekusi dengan rapi, beberapa terasa repetitif atau dipaksakan, tetapi keberanian untuk memasukkan begitu banyak sistem patut diapresiasi. Variasi misi juga menjaga permainan tetap segar, meski ada beberapa misi yang lebih mengandalkan kesabaran daripada skill.
Yang menarik, gameplay San Andreas sering kali terasa “tidak adil” namun tetap adiktif. Kontrol kadang kaku, desain misi bisa kejam, tetapi semua itu justru membangun identitasnya sendiri. Game ini tidak memanjakan pemain, melainkan memaksa mereka beradaptasi. Hasilnya adalah pengalaman yang mungkin membuat frustrasi, tapi sulit dilupakan.
Singkatnya, GTA San Andreas bukan game yang sempurna, tapi ambisinya menutupi hampir semua kekurangannya. Cerita yang panjang dan gameplay yang kaya menjadikannya salah satu game open-world paling berpengaruh, bukan karena teknisnya, melainkan karena keberaniannya untuk mencoba segalanya sekaligus.







0 komentar:
Posting Komentar